Kisah Nenek Saun Palisoa Pengidap Kanker Yang Terlambat Diidentifikasi

Penyakit kanker memang jenis penyakit berbahaya dan mematikan. Identifikasi dini terhadap gejala penyakit ini sangat penting dilakukan, karena penyakit ini mudah ditangani jika masih dalam tahap awal gejala kanker.

Dan parahnya, penyakit ini tidak hanya menyerang kebanyakan ibu muda akan tetapi juga nenek-nenek juga bisa terserang penyakit ini. Dan tentunya wanita usia tua yang terkena kanker sebenarnya sudah lama mengidapnya di usia mudanya, hanya saja tidak tahu bahwa kanker sedang mengintainya.

Seperti nenek Saun Palisoa yang dirawat di RSUD Piru Maluku. Wanita ini berusia lebih dari 60 tahun dan harus menerima kenyataan mengidap penyakit kanker payudara yang ganas.

Kisah Nenek Penderita Kanker

Kami kutip dari KOMPAS.com - Ruang rawat pasien Meranti di RSUD kota Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku tampak hening. Tak ada sedikit pun canda dan tawa yang terdengar di ruangan itu.

penyakit kanker,  macam-macam penyakit kanker,  artikel kanker , definisi kanker , makalah kanker , pengertian kanker , kanker pdf , mekanisme pertumbuhan sel kanker , pengobatan kanker

Di dalam ruangan tersebut, nenek Suria Saun Palisoa tampak terbaring lemah dengan kondisi tubuh yang melemah. Nenek berusia 60 tahun ini hanya bisa menahan rasa sakit yang menjalar di tubuh dan tangannya sambil sesekali meneteskan air mata menahan rasa sakit..

Nenek beranak tiga ini dibawa ke rumah sakit dari tempat tinggalnya di Dusun Tanah Goyang, Desa Loiki, Kecamatan Huamual, oleh keluarganya sejak sepekan lalu setelah tangan kanannya terus membengkak karena kanker payudara yang menjalar ke tangannya..

Menurut sang Anak Susana Palisoa, tangan ibunya itu mulai terlihat membengkak sejak tiga bulan terakhir. Namun, karena keterbatasan biaya, mereka tidak sanggup membawa ibunya ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

“Sudah enam hari di rumah sakit, kita bawa ke sini karena tangan mama terus membengkak. Selama ini hanya rawat di rumah karena tidak punya biaya untuk dibawa ke sini,” kata Susana saat ditemui Kompas.com di rumah sakit tersebut, Selasa (20/2/2018).

Susana mengaku, selama tiga bulan di rumah, ibunya hanya diberi ramuan berupa daun-daunan dan jamu kampung. Namun, usaha itu ternyata tidak juga membuahkan hasil karena tangan ibunya tidak juga sembuh dari penyakit yang diderita.

Sejak saat itulah, pihak keluarga mulai berpikir untuk membawa nenek Saun ke rumah sakit yang ada di Piru untuk mendapatkan perawatan medis. Bukan perkara mudah bagi Susana dan keluarganya untuk membawa sang ibu ke RSUD Piru.

Pasalnya, selain jarak rumah sakit yang sangat jauh, pihak keluarga juga tidak punya cukup biaya untuk membawa nenek Saun ke rumah sakit tersebut.

“Kita bingung harus bagaimana, akhirnya dengan terpaksa kita harus meminjam sejumlah uang untuk keperluan pengobatan mama, untuk transportasi, untuk biaya makan, dan biaya lainnya selama di Piru,” ujar Susana.

Menurut dia, semula pihak keluarga mengira bahwa penyakit yang diderita ibunya itu hanyalah pembengkakan biasa. Namun, setelah didiagnosis oleh dokter, ternyata penyakit yang menjalar di tangan dan tubuh ibunya adalah kanker payudara yang sangat ganas.

“Akhir tahun 2017 lalu mama pernah dibawa ke RSUD di Ambon, tapi dokter mengatakan kalau itu hanya pembengkakan biasa. Jadi kita tidak mengira sama sekali kalau itu kanker,” ucapnya.

Susana bercerita, ibunya sempat dirawat selama delapan hari di RSUD Ambon, dan saat itu dokter yang menangani ibunya itu mengaku bahwa ibunya mengidap penyakit aneh sehingga dokter meminta agar pihak keluarga mencari pengobatan alternatif.

“Kata dokter saat itu, penyakit mama unik, jadi dokter menyarankan berobat di luar. Saat itu kita langsung bawa pulang ke kampung dan setelah itu tangan mama mulai membengkak,” kata dia.

Akhirnya Keluar Paksa Dari Rumah Sakit

Selama sepekan dirawat di RSUD Piru, kondisi Saun yang terserang kanker payudara tidak juga membaik. Sementara di sisi lain, pihak keluarga harus terus mengeluarkan biaya untuk keperluan makan dan sebagainya.

Keterbatasan biaya itu pula yang membuat pihak keluarga terpaksa mengambil keputusan untuk mengeluarkan nenek Saun dari RSUD Piru, meski kondisinya masih sangat memprihatinkan.

Suami nenek Saun, Hasan Palisoa mengaku saat ini keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialami istrinya tersebut. ”Saya ini hanya orang miskin, tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi mau bagaimana lagi, kita keluarkan saja dulu,” ujar kakek Hasan.

Kakek Hasan mengaku, selama enam hari di rumah sakit, istrinya mendapat pelayanan yang baik, tetapi kondisi kesehatan istrinya itu tidak juga membaik. Padahal, keluarga sangat berharap setelah dirawat di rumah sakit, penyakit yang menyerang istrinya itu dapat tertangani.

“Pelayanan dari dokter sangat baik, setiap hari ada dokter yang datang merawat, mungkin karena keterbatasan peralatan medis,” ucapnya.

Sebagai petani biasa, Hasan menyadari bahwa biaya berobat istrinya itu tidaklah kecil. Meski istrinya telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), tetapi bukan berarti keluarganya tidak mengeluarkan biaya sama sekali.

Cerita Kakek Hasan, pihak keluarga harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk keperluan makan dan transportasi setiap hari saat di rumah sakit. Karena kondisi itulah, kakek Hasan bersama keluarga memutuskan untuk mengeluarkan istrinya karena terkendala masalah biaya perawatan.

“Jadi kita keluarkan saja dulu, karena tidak bisa dipaksakan,” kata kakek Hasan..

Surat Rujuk

Keterbatasan peralatan medis di RSUD Piru membuat Saun hanya dapat ditangani seadanya oleh petugas medis. Padahal, penyakit kanker payudara yang menyerang nenek Saun telah menjalar ke seluruh tubuhnya.

Sedangkan Dokter yang menangani nenek Saun mengaku bahwa pihak rumah sakit telah berbuat yang terbaik kepada ibu tiga anak itu. Pihaknya pun terpaksa memberikan surat rujukan kepada keluarga pasien karena kondisi peralatan medis yang tidak memadai.

“Kita sudah keluarkan surat rujukan karena memang perlatan di rumah sakit ini sangat minim,” kata dokter Kartika yang bertugas di RSUD Piru.

Menurut dokter Kartika, penyakit yang diderita nenek Saun sangat membutuhkan penanganan medis yang maksimal serta ditunjang dengan peralatan medis yang memadai karena penyakit itu telah menjalar ke seluruh tubuh.

“Jadi harus rujuk ke Makassar atau Pulau Jawa. Keluarga juga sudah bersedia, jadi kita keluarkan suratnya,” ucap dokter kartika.

Meskipun sudah ada surat rujukan, tetapi pihak keluarga belum dapat membawa nenek Saun ke rumah sakit di luar Maluku. Alasannya lagi-lagi karena masalah keterbatasan biaya sehingga nenek Saun hanya bisa dipulangkan ke kampung halamannya.

Untuk merujuk nenek Saun ke rumah sakit di luar Maluku, pihak keluarga setidaknya harus menyediakan biaya yang tidak sedikit. Sebab, biaya transportasi menuju Ambon hingga ke Makassar pergi pulang mencapai belasan juta. Itu pun belum terhitung biaya hidup bagi keluarga yang menemani Saun ke Makassar atau ke Pulau Jawa.

Hasan pun berharap kiranya ada dermawan yang sudi membantu keluarganya demi proses penyembuhan istrinya ke luar Maluku.

“Ya, harapan saya dan keluarga semoga saja ada yang membantu. Kita juga akan terus berusaha dengan berbagai cara agar semuanya berjalan lancar,” tuturnya.

Berita di atas hanya satu dari sekian banyak kasus kanker yang membuat penderita dan juga keluarga merasakan sulitnya mendapatkan pengobatan jika telat ditangani.

Teliti, identifikasi dan segera lakukan pencegahan untuk masalah kanker. Ada banyak cara mengobati penyakit ini. Pencegahannya pun banyak cara, paling penting adalah menjaga pola makan dan pola hidup.

Obat Penyakit Kanker

Untuk pengobatan gejala kanker ada solusi amannya, yaitu dengan menggunakan obat herbal berbahan jamu tradisional yang sudah mendapatkan izin edar.

Kenapa harus dengan obat herbal?? obat herbal lebih ramah terhadap kondisi gejala kanker. Meski memang berobat ke dokter juga disarankan.

Jika masih gejala awal kanker anda bisa mengkonsumsi obat herbal NATURACAN. Obat herbal khusus untuk penderita kanker.

 

Mengapa Harus NATURACAN?

  • Obat herbal Naturacan telah menjalani uji klinis dan penelitian oleh beberapa ahli. Jadi secara medis, obat herbal kanker ini sudah terbukti mampu menghilangkan sel-sel kanker tanpa menghancurkan sel tubuh.
  • Obat herbal Naturacan terbuat dari berbagai tanaman herbal pilihan dengan seleksi yang sangat ketat sehingga menghasilkan ekstrak herbal kualitas terbaik.
  • Dalam meracik komposisi obat herbal Naturacan, para herbalis dibantu pakar kesehatan dan apoteker mengkalkulasi dan menimbang secara detail hingga mendapatkan takaran yang pas untuk obat ini.
  • Semua kandungan dalam obat herbal Naturacan telah diuji dan dinyatakan bebas efek samping negatif untuk penderita kanker.
  • Jika dalam waktu tiga bulan terapi Anda tidak merasakan perubahan positif apapun. Maka uang Anda akan kami kembalikan tanpa syarat apapun. Meski demikian, sebaiknya Anda mencoba satu botol dulu untuk merasakan efek manfaat dari Naturacan. Karena pastinya reaksi obat terhadap setiap pasien berbeda.
  • Kami menjamin pesanan Anda akan sampai ke alamat Anda tepat waktu. Jika dalam waktu yang ditentukan (pulau jawa : 10 hari | luar jawa : 15 hari | papua/luar negeri : 24 hari) paket belum Anda terima tanpa alasan yang jelas dari pihak jasa kiriman, maka pesanan akan kami kirim ulang atau uang Anda kami kembalikan (sesuai keputusan Anda).

Untuk pemesanan obat penyakit kanker NATURACAN silahkan klik gambar customer service di bawah ini.

penyakit kanker,  macam-macam penyakit kanker,  artikel kanker , definisi kanker , makalah kanker , pengertian kanker , kanker pdf , mekanisme pertumbuhan sel kanker , pengobatan kanker 

Itulah fakta seorang nenek penderita kanker yang menakutkan, semoga kita selalu dijauhkan dari segala bentuk penyakit. Sekian dan terima kasih.

Bagikan

Update Terkait

Copyright © | TokoHerbal123 | pemesanan.herbal@gmail.com
Powered by Quick Cart | |

Daftar Rekening

  • transfer BCA tokoherbal 123 No.Rek 2470-1646-65 atas nama PURWANTO
  • transfer Mandiri tokoherbal 123 No.Rek 1350-0148-5268-3 atas nama PURWANTO
  • transfer BNI tokoherbal 123 No.Rek 0674-6723-52 atas nama PURWANTO
  • transfer BRI tokoherbal 123 No.Rek 3568-0103-0836-533 atas nama PURWANTO